Festival Sukerare Begawe Jelo Nyesek
Selasa, 07-07-2026
Wakil Bupati Lombok Tengah DR. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si. membuka acara Festival Tenun Sukarare Begawe Jelo Nyesek, acara yang merupakan agenda budaya di Kabupaten Lombok Tengah yang menampilkan demonstrasi tenun oleh lebih dari 1.000 penenun lokal. Event ini menegaskan kekayaan tradisi Suku Sasak melalui pertunjukan budaya seperti Tari Gandrung, Pepaosan, Gendang Beleq, hingga prosesi adat Ngendang. Karnaval budaya dan fashion show kain tenun karya warga turut memeriahkan festival ini. Setiap tahun, kualitas penyelenggaraan terus meningkat dengan keterlibatan pelaku pariwisata, duta budaya, dan seniman lokal. Festival ini menjadi daya tarik unggulan untuk mengenal warisan tekstil Lombok sekaligus mendukung ekonomi kreatif masyarakat Sukarara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati HM Nursiah menegaskan bahwa tradisi-tradisi unik seperti Pekendeng Banget dan Pekendeng Api harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak.
“Atraksi budaya seperti ini harus kita lestarikan dan angkat kembali. Selain menjadi identitas budaya daerah, tradisi ini juga merupakan kekayaan yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Lombok Tengah,” ujarnya.
Wabup Lombok Tengah juga menegaskan Festival Begawe Jelo Nyesek tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana edukasi dan literasi budaya bagi generasi milenial dan Gen Z yang mulai kurang mengenal warisan budaya leluhurnya akibat derasnya pengaruh budaya modern.
Harapannya kedepan penyelenggaraan festival tahunan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ia meminta Pemerintah Desa Sukarare mulai melakukan pendataan terhadap nilai transaksi ekonomi yang terjadi selama festival berlangsung.








.jpeg)



